Jumat, 18 November 2011

Bisikkan Menjelang Ajal


Sejenak kemudian, ia berusaha membuka kedua belah matanya, ia berbisik lirih: “Api... api...!” Aku memutuskan untuk segera membawa ke rumah sakit dengan mobilku. Tetapi dengan suara campur tangis, ia mencegah, “Tak ada gunanya...Aku tak akan sampai...!”  
Air mataku tumpah, aku harus menyaksikan temanku meninggal di hadapanku. Di tengah kepanikanku, tiba-tiba ia berteriak lemah, “Apa yang mesti kukatakan padaNya? Apa yang mesti kukatakan padaNya?”

Aku memandanginya penuh keheranan, “Siapa?” tanyaku. Dengan suara yang seakan berasal dari dasar sumur yang amat dalam, dia menjawab, “Allah!” Aku merinding ketakutan. Tubuh dan perasaanku terguncang keras.

Tiba-tiba temanku menjerit, gemanya menyelusup ke setiap relung malam yang gulita, kudengar tarikan nafasnya yang terakhir. Innanlillaahi wa innaa ilaihi raaji ‘uun.
Setelah itu, hari-hari berlalu seperti sedia kala, tetapi bayangan temanku yang meninggal, jerit kesakitannya, api yang membakarnya dan lolongannya, “Apa yang harus kukatakan padaNya? Apa yang harus kukatakan padaNya?”, seakan terus membuntuti setiap gerak dan diamku. Pada diriku sendiri aku bertanya, “Aku... apa yang harus kukatakan padaNya?”

Air mataku menetes, dan kembali sebuah getaran aneh menjalari jiwaku, ingin meledak rasanya hatiku saat itu. Saat puncak perenungan itulah, sayup-sayup aku mendengar adzan Subuh menggema, “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Asyhadu Anla Ilaaha Illa Allah... Asyhadu Anna Muhammadar RasuluNah... Hayya ‘Alash Shalaah...”

Aku merasa bahwa adzan itu hanya ditujukan pada diriku saja, mengajakku menyingkap fase kehidupanku yang kelam, mengajakku pada jalan cahaya dan hidayah. Aku segera bangkit, mandi dan wudhu, menyucikan tubuhku dari noda-noda kehinaan yang menenggelamkanku selama bertahun-tahun.

Sejak saat itu, aku tak pernah lagi meninggalkan shalat. Aku memuji Allah, tiada yang layak dipuji selain Dia. Aku telah menjadi manusia lain. Maha Suci Allah yang telah mengubah berbagai keadaan. Dengan seizin Allah, aku telah menunaikan umrah. Insya AIlah aku akan melaksanakan haji dalam waktu dekat, siapa yang tahu? Umur ada di tangan Allah.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar