Sabtu, 25 Juni 2011

Reformasi Dunia Pendidikan :


Kalab       Keharusan  meneror penyakit malas
Disiplinlah di rumah dan di kelas
Tanamkan semangat kerja keras
Kurikulum pendidikan harus diperas 
Orang pemalas itu tidak bodoh
Saraf dan tulangnya masih kokoh
Darahnya dingin ambisinya roboh
Setiap bekerja pasti ceroboh
Si pemalas, hanya bermimpi
Untuk bertindak tidak berani
Pertimbangan terus sampai mati
Akhirnya kerja tak jadi-jadi
Akibat malas dalam berfikir
Banyak peluang menjadi tersingkir
Sedangkan dunia terus bergilir
Orang ketengah awak kepinggir
  Musuh kita ialah kemiskinan
  Dihalau dengan segala kemungkinan
  Terutama melalui pendidikan
  Seluruh rakyat mengharapkan
                                   Orang yang malas pasti miskin
                                   Waktu bekerja dijadikan bermain
                                   Dalam belajar tidak disiplin
                                   Belum cukup umur sudah kawin
  Inilah penyakit yang harus di obat
  Malalui sekolah yang dianggap hebat
  Kalau menemukan metode yang tepat
  Generasi muda akan selamat
Bagaimana China memaksa diri
Modalnya hanya nekat dan berani
Berdagang tanpa modal sendiri
Suatu saat hidup mandiri
Iptek Indonesia harus ditegakkan
Keterampilan apapun harus dipaksakan
Jangan dibujuk berlebih-lebihan
Suasana manja segera singkirkan
Industri pesawat harus dirawat
Insinyur Indonesia banyak yang kuat
Bodoh dan malas pasti dilaknat
Hidup terkutuk sepanjang hayat
  Pendidikan kita telah tertipu
  Mengajarkan sesuatu yng kurang perlu
  Lain yang meminta lain yang dibantu
  Sampai kiamat tak akan bermutu
Pendidikan kita membuang waktu
Banyak liburnya tidak menentu
Diberi dana untuk membantu
Banyak yang “hilang” tidak menentu

Demikianlah gagasan dan harapanku ini kepada bapak Pemimpin yang kuharapkan yaitu Bapak Bupati Kuansing 2011 – 2016, Pantun /syair ini saya buat dengan setulus hati tidak ada niat ingin mengkritik apalagi sampai menggurui, Semoga Bapak dapat mempertimbangkan usul dan saran saya yang sederhana ini.

Wassalam
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar