Senin, 23 Mei 2011

Untukmu Dan Untukku, Kita Membersamainya...

منعمل صالحاUntukmu yang berjalan tergesa menujunya,

Untukmu yang lari dan terengah mengejarnya,

Untukmu yang mendaki hendak menggapai puncaknya,

Untukmu yang mengembara, merantau mencarinya,

Untukmu yang bingung meraba keberadaannya,

Untukmu yang telah mengeluarkan harta demi menawarnya,

Untukmu yang telah menyita banyak waktu demi meraihnya,


Tidak engkau dapatkan kecuali lelah, letih, dahaga dan tertipu pada yang sifatnya sementara.

Sehingga ketika tersingkap selubung yang menutupi kesemuan itu, engkaupun berputus asa...

Maka izinkan aku berada diantara perjalanan, pelarian, pendakian, pengembaraan dan pencarian itu,
Untuk berkata padamu, berhentilah sebentar, dan jangan berputus asa!

Perkenankan aku menuntun langkah kakimu, menggandeng tanganmu, membersamai meraihnya.

Berikan aku kesempatan mengenalkan hakikatnya.



Saudaraku...
Katakan padaku bahwa yang engkau cari, kejar dan inginkan itu, adalah KEBAHAGIAAN.

Sungguh dzatnya memang tak terlihat mata. Kuantitasnya tak dapat terukur. Volumenya tak dapat disimpan dalam brankas brankas terbaik yang pernah ada.

Engkau tak dapat membelinya dengan harta karun dari emas dan perak. Karena harganya teramat mahal. Lebih dari nilai segala perhiasan yang ada didunia ini.

Dia dekat... tapi butuh ilmu, ketrampilan dan kesungguhan untuk memperolehnya. Ibarat mutiara dikedalaman dan dasar lautan yang pekat. Hanya seorang penyelam mahir yang sanggup menemukannya.

Carilah ia dalam ibadah wajib dan sunnah.

Carilah ia dalam shalat fardhu, rawatib, qiyamul lail dan shalat sunnat lainnya.

Carilah ia dalam puasa, dalam shadaqah, infaq ataupun umrah dan haji.

Carilah ia dalam membaca, mentadabburi dan menghapal Al-Qur'an.

Carilah ia dalam dzikrullah, dalam tafakkur pada kesempurnaan ciptaan-Nya, termasuk dalam penciptaan dirimu.

Carilah ia dalam tholabul 'ilmi, majelis dzikir dan dakwah.

Carilah ia dalam interaksi bersama saudara fillah. Dengan cinta, kasih sayang, kelembutan, itsar, melepas segala penyakit hati berupa dengki, hasad, dendam. dan dengan memberi maaf, lapang dada serta sabar.

Carilah ia dalam petualangan menyibak hal-hal baru dan bermanfaat bagi kehidupan.

Saudaraku...


Temukan ia dalam kepatuhan pada perintah-Nya.

Temukan ia dengan meninggalkan maksiat dan keburukan.

Temukan ia dalam mengingat dan menyebut nikmat kebaikan yang engkau peroleh,

Temukan ia pada kepasrahan dan penerimaanmu pada takdir.

Karena KEBAHAGIAAN itu adalah ketenangan jiwa, kedamaian hati, lapang dada, serta kenyamanan ruhani.

Dengan sikapmu, lisanmu, cara pandang yang realistis terhadap kehidupan ini, juga harapan dan optimisme engkau sanggup meletakkannya dihatimu dan menggenggamnya ditanganmu.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar